Asal Usul Sunan Gresik

Uncategorized

Persepsi ini dibagi menjadi beberapa versi. Berikut ini adalah penjelasan tentang persepsi asal-usul Sunan yang berkembang di masyarakat luas.

1. Menurut nama asli Sunan

Masyarakat memiliki persepsi bahwa Maulana Malik Ibrahim bukan keturunan Jawa. Persepsi ini diperkuat oleh istilah Syaikh Maghribi yang diberikan oleh masyarakat kepadanya.

Mereka berasumsi bahwa Sunan berasal dari wilayah Maghreb Arab di Afrika Barat. Ada juga orang yang percaya bahwa dia berasal dari Maroko.

2. Menurut prasasti Wetan Gapura

Masyarakat memiliki persepsi jika Maulana Malik Ibrahim berasal dari Kashan atau saat ini disebut Iran.

Persepsi ini diperkuat oleh keberadaan prasasti Wetan Gapura, yang dibacakan oleh J.P Moquette. Dia membaca tulisan di baris kelima dari makam prasasti Sunan.

Dari hasil pembacaan prasasti muncul kesimpulan yang kini menjadi persepsi masyarakat sekitar.

3. Sunan Keturunan Nabi Muhammad

Masyarakat memiliki persepsi bahwa Maulana Malik Ibrahim adalah keturunan Rasullah SAW.

Keturunan pergi dari Husain bin Ali, Muhammad al Baqir, Ali Al Uraidhi, ke Muhammad al Naqib. Dari Muhammad al Naqib memiliki keturunan, yaitu, ayah Sunan.

Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa Maulana Malik Ibrahim adalah keturunan asli orang Hadrami.

Dengarkan dan baca: Sunan Gunung Jati

Kisah Perjalanan Sunan Gresik

Maulana Malik Ibrahim dikenal oleh masyarakat sebagai sunan pertama yang menyebarkan Islam di Jawa.

Sejauh ini, asalnya tidak jelas. Banyak yang menduga bahwa dia berasal dari Afrika Utara. Ada juga yang curiga bahwa Sunan adalah keturunan Rasullah SAW.

Awal mula penyebaran ajaran Islam, Maulana Malik Ibrahim, datang ke daerah yang sebelumnya dikenal sebagai Sembolo.

Daerah ini terletak di utara kota Gresik, saat ini disebut Daeran Leran. Penyebaran Islam dimulai dengan pembangunan masjid di desa Pasarcian Manyar.

Dalam proses penyebaran ajaran Islam, Sunan menggunakan metode awal mendekati asosiasi masyarakat sekitarnya. Dia menggunakan bahasa dan perilaku ringan untuk mengajar Islam.

Tapi selain menyebarkan ajaran Islam, dia tidak menentang atau merendahkan kepercayaan dan agamanya.

Sunan dimulai dengan menunjukkan kebaikan dan keindahan Islam kepada masyarakat sekitarnya.

Melalui pendekatan sosial yang diambil oleh Maulana Malik Ibrahim, sedikit demi sedikit masyarakat sekitar mulai memeluk Islam. Jadi dia menerapkan cara untuk menyebarkan Islam melalui perdagangan.

Sunan bernegosiasi di area pelabuhan. Dengan cara ini, sangat mudah baginya untuk menyebarkan ajaran Islam ke masyarakat luas.

Ini karena dia bertemu banyak orang ketika dia bepergian saat bernegosiasi.

Ketika Islam menyebar melalui perdagangan, semakin banyak orang mulai berpindah agama.

Bahkan melalui acara ini, Sunan dapat menyebarkan Islam ke kalangan kerajaan. Alhasil, ia menjadi orang yang disegani untuk masyarakat sekitarnya.

Setelah di kota Gresik, itu dianggap cukup, Sunan mulai memperluas ke ibukota Majapahit, yang terletak di Trowulan.

Dia disambut hangat oleh Raja Majapahit, yang pada saat itu tidak mengadopsi Islam. Raja Majapahit memberikan tanah Sunan di daerah yang disebut Gapura, yang kemudian digunakan sebagai pesantren.

Konstruksi pesantren digunakan sebagai tempat untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat sekitar.

Untuk informasi mengenai dasar-dasar agama Islam, teman-teman bisa lihat di situs duniapondok.com. Sekian terima kasih.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*