Berikut resep yang dapat menjadi cara mengobati penyakit lupus.

Uncategorized

Kondisi penyakit autoimun kronis merupakan penyakit lupus di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri yang sehat. Hal ini menyebabkan tingkat peradangan terjadi terus-menerus. penyakit tersebut secara tidak langsung dapat memengaruhi hampir setiap bagian tubuh seperti jantung, sendi, otak, ginjal, paru-paru dan kelenjar endokrin.

Gejala lupus dapat dikatakan sangat mirip dengan banyak kondisi kesehatan lainnya seperti kelainan tiroid, penyakit Lyme dan fibromyalgia. Oleh karena itu, lupus bisa sangat sulit untuk didiagnosis. Lupus itu sendiri merupakan jenis penyakit autoimun kronis. Artinya kondisi tersebut dapat miliki oleh sipenderita seumur hidup. Kabar baiknya, penyakit lupus bisa dikelola dengan baik untuk meningkatkan kualitas hidup. Yang perlu kita ingat, penyakit ini menyerang tubuh dengan cara yang berbeda pada setiap penderitanya. Maka, perawatan dan pengobatan yang akan menjadi resep tentunya akan berbeda disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Adapun untuk kasus lupus yang ringan, obat-obatan dapat mencakup penghilang rasa sakit dan obat anti-inflamasi. akan tetapi, untuk penyakit lupus yang lebih parah, misalnya jika sudah menyerang organ tubuh bagian dalam, dokter akan meresepkan beberapa obat yang lebih kuat untuk mengatur sistem kekebalan tubuh sambil lalu menjadi pelindung organ tubuh seperti ginjal, jantung, dan paru-paru dari serangan lebih lanjut.[1]  “dilansir dari laman Alodokter” beberapa Jenis obat dan dosis yang diberikan kepada satu penderita lupus tidak akan sama dengan penderita lupus yang lain, dan dapat berganti dari waktu ke waktu tergantung dari gejala yang dirasakan dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa obat yang dapat menjadi cara mengobati lupus itu sendiri.

  • Rituximab. Jika obat-obat lain tidak efektif bagi penderita SLE, dokter akan menganjurkan rituximab. Obat ini awalnya dikembangkan untuk menangani kanker, seperti limfoma. Tetapi rituximab terbukti efektif untuk menangani penyakit autoimun, seperti SLE dan rheumatoid arthritis. Cara kerja rituximab adalah dengan mengincar dan membunuh sel B, yaitu sel yang memproduksi antibodi yang menjadi pemicu gejala SLE. Obat ini akan diberikan melalui infus. Efek samping yang dapat muncul dari penggunaan rituximab meliputi pusing, muntah, serta gejala yang mirip flu, misalnya demam dan menggigil. Obat ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi, namun jarang terjadi.
  • Hydroxychloroquine. Selain pernah digunakan untuk menangani malaria, obat ini juga efektif untuk cara mengobati lupus, seperti nyeri sendi dan otot, kelelahan, dan ruam pada kulit. Dokter umumnya akan menganjurkan konsumsi obat ini untuk jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya serangan gejala yang parah, mencegah aktifnya penyakit, dan mencegah munculnya komplikasi yang lebih serius.
  • Obat Imunosupresan. Cara kerja obat ini adalah dengan menekan sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dokter, yaitu azathioprine, mycophenolate mofetil, cyclophosphamide, dan methotrexate. Imunosupresan akan meringankan gejala SLE dengan menghambat kerusakan pada bagian-bagian tubuh yang sehat akibat serangan sistem kekebalan tubuh. Obat ini dapat diberikan bersamaan dengan kortikosteroid, sehingga dosis kortikosteroid dapat diturunkan.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Nyeri sendi atau otot merupakan salah satu gejala utama SLE. Dokter akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs) untuk mengurangi gejala ini seperti ibuprofen dan diclofenac. Meski demikian, penderita SLE sebaiknya waspada terhadap efek samping OAINS seperti perdarahan lambung, masalah pada ginjal, dan peningkatan risiko penyakit jantung. Untuk mencegah efek samping perdarahan lambung, dokter dapat memberikan obat tambahan untuk melindungi lambung.
  • Kortikosteroid. Kortikosteroid seperti methylprednisolone dapat mengurangi peradangan dengan cepat dan efektif. Obat ini biasanya diberikan oleh dokter jika penderita SLE mengalami gejala yang parah atau sedang aktif. Pada tahap awal. obat ini akan diberikan dalam dosis tinggi. Dosis akan diturunkan secara bertahap seiring membaiknya kondisi penderita.

Selain obat-obatan yang diberikan menjadi resep pada penyakit tersebut, melindungi kulit kita dari sinar matahari juga dapat menjadi cara mengobati lupus agar ruam tidak semakin parah. Berikut beberapa langkah misalnya:

  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh bagian kulit.
  • Mengoleskan krim tabir surya (minimal SPF 55 ketika keluar rumah) agar kulit tidak terbakar sinar matahari.
  • Memakai topi yang lebar dan kacamata hitam
Sumber: Sehatq.com



[1] Sumber referensi Hellosehat.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*