Jenis Media Pembelajaran

Uncategorized

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kian menunjang upaya pembaruan dalam pemakaian hasil teknologi dalam pelaksanaan belajar mendidik. Guru mesti bisa mengaplikasikan alat yang disediakan oleh sekolah, dan juga mungkin bahwa alat hal yang demikian cocok dengan perkembangan dan syarat ketika itu. Penjelasan media pembelajaran dari ngertiaja.com :

Guru setidaknya bisa mengaplikasikan alat yang murah dan bersahaja, melainkan ini dibutuhkan untuk menempuh tujuan pendidikan yang diinginkan.Kecuali bisa mengaplikasikan alat yang tersedia, guru mesti bisa mengoptimalkan alat yang tersedia dan guru mesti bisa mengoptimalkan keterampilan Membikin media pengajaran yang akan dipakai ketika media belum tersedia.

Media pelajaran yaitu seluruh sesuatu yang bisa dipakai untuk menstimulus pikiran, perasaan, perhatian dan kecakapan atau keterampilan siswa untuk mempromosikan pelaksanaan pelajaran.

Sementara itu, media pelajaran berdasarkan Briggs (1977) yaitu sarana lahiriah penyampaian konten / materi pelajaran seperti buku, film, video, dan lainnya. Kemudian, berdasarkan National Education Associaton (1969), media pelajaran timbul sebagai alat komunikasi dalam wujud cetak dan penglihatan, termasuk teknologi perangkat keras.

Pemahaman media pelajaran yaitu alat tolong mendidik dengan bantuan yang isi dari pelaksanaan belajar mendidik dikenalkan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pelajaran yang dirumuskan.

Untuk alasan ini, guru mesti mempunyai pengetahuan yang cukup seputar media pendidikan, termasuk (Hamalik, 1994: 6).

•             Media sebagai sarana komunikasi untuk membikin pelaksanaan belajar mendidik lebih tepat sasaran;

•             Peran media dalam menempuh tujuan pengajaran;

•             seluk-beluk pelaksanaan pelajaran;

•             relasi antara cara pendidikan dan media pengajaran;

•             Skor atau pemakaian media pengajaran di ruang kelas;

•             Pemilihan dan pemakaian media pengajaran

•             Berjenis-jenis macam alat dan teknik untuk media pengajaran;

•             media pengajaran di tiap mata pembelajaran;

•             Upaya penemuan di media pengajaran.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa media adalah komponen yang tak terpisahkan dari pelaksanaan belajar mendidik untuk menempuh tujuan pengajaran secara biasa dan tujuan belajar di sekolah pada terpenting.

Kata media berasal dari bahasa Latin medius, yang secara harfiah berarti \\\”tengah\\\”, \\\”mediator\\\” atau \\\”pengantar\\\”. Dalam bahasa Arab, media yaitu mediator atau pembawa pesan dari pengirim ke penerima pesan.

Apabila media berisi kabar atau berita yang untuk tujuan pengajaran atau yang berisi tujuan pendidikan, media hal yang demikian disebut sebagai media pelajaran.

B. Pengaplikasian media dalam pelajaran

Dalam pelaksanaan belajar mendidik, dua unsur yang benar-benar penting yaitu cara pendidikan dan media pendidikan. Kedua aspek ini saling berhubungan. Memilih cara pendidikan tertentu memengaruhi macam media pendidikan yang ideal, sedangkan ada banyak aspek lain yang perlu dipertimbangkan saat memilih media, termasuk tujuan pendidikan, macam tugas, dan jawaban yang diinginkan dari siswa sesudah kelas berlangsung. , dan konteks pelajaran, termasuk karakteristik siswa. Tapi demikian, bisa dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pendidikan yaitu untuk menjadi alat tolong pendidikan yang juga memberi pengaruh iklim, keadaan dan lingkungan belajar yang disusun dan dibuat oleh guru.

Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pendidikan dalam pelaksanaan belajar mendidik membangkitkan kemauan dan ketertarikan baru, menjadikan semangat dan rangsang untuk kesibukan pelajaran dan malahan bisa mempunyai akibat psikis pada siswa.

Tetapi biasa, manfaat media dalam pelaksanaan pelajaran yaitu untuk memfasilitasi interaksi antara guru dan siswa sehingga pelajaran menjadi lebih tepat sasaran dan efisien. Kerja secara khusus, ada sebagian pemakaian media yang lebih detil yang, contohnya, Kemp dan Dayton (1985) membuktikan profit yang dimiliki media dalam pelajaran, adalah:

1.            Pengajuan topik bisa diseragamkan

2.            Pelaksanaan pelajaran menjadi lebih terang dan lebih menarik

3.            Pelaksanaan pelajaran menjadi lebih interaktif

4.            Efisiensi dalam waktu dan usaha

5.            Meningkatkan mutu hasil belajar siswa

6.            Media memungkinkan pelaksanaan pelajaran dijalankan kapan saja, di mana saja

7.            Media bisa mempromosikan sikap positif siswa kepada materi dan pelaksanaan pelajaran

8.            Ubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. [5]

Kecuali dari sebagian manfaat media yang dikutip oleh Kemp dan Dayton, kita tentu saja bisa menemukan banyak manfaat praktis lainnya juga. Pengaplikasian praktis media pendidikan dalam pelaksanaan belajar mendidik yaitu sebagai berikut:

1. Media pelajaran bisa mengklarifikasi penyajian pesan dan berita untuk memfasilitasi dan meningkatkan pelaksanaan dan hasil pelajaran

2. Media pelajaran bisa mempromosikan dan menasehati perhatian buah hati, sehingga semangat untuk belajar, interaksi yang lebih segera antara siswa dan lingkungannya dan kans bagi siswa untuk belajar secara mandiri cocok dengan keterampilan dan ketertarikan mereka.

3. Media pelajaran bisa memecahkan batasan indra, ruang dan waktu

4. Media pelajaran bisa memberi siswa pengalaman berbagi seputar momen di lingkungan mereka dan memungkinkan interaksi segera dengan guru, masyarakat dan lingkungan, contohnya via kunjungan. Kunjungan ke museum atau kebun hewan. [6]

C. Padahal media pelajaran

Media pelajaran ada banyak macam dan macam. Mulai dari media terkecil yang simpel dan murah sampai canggih dan mahal. Ada media yang dapat dijadikan sendiri oleh guru, ada media yang dapat diproduksi oleh pabrik. Ada media yang telah tersedia di zona hal yang demikian dan dapat kita pakai segera. Ada juga media yang sudah dioptimalkan khusus untuk tujuan pelajaran

Beberapa ada banyak macam media, pada kenyataannya tak banyak macam media yang lazim dipakai oleh guru sekolah. Selain media yang paling familiar dan hampir segala sekolah mengaplikasikan media cetak (buku). Kecuali itu, banyak sekolah sudah mengaplikasikan macam gambar media lainnya, contoh, dan overhead proyektor (OHP) dan obyek kongkret. Sementara media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (gambar film), panduan komputer masih jarang dipakai, sedangkan beberapa besar guru telah terbiasa dengan mereka.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*