Tips Mendaki Gunung yang Aman dan Nyaman untuk Pemula

Uncategorized

Dalam tiap pendakian yang dikerjakan, jangan sampai lupakan sebenarnya ada orang di seputar kita yang menunggu pulangnya kita. Oleh karenanya, unsur keamanan serta keselamatan jadi penting untuk dilihat serta disiapkan secara baik. Berikut saya bagi panduan persiapan mendaki agar pergi serta pulang dengan selamat.

Jangan sampai pergi tanpa ada restu dari orangtua. Kenapa demikian? Bagiku restu orangtua itu seperti doa keselamatan. Saat doa keselamatan telah didapatkan, pemikiran dinyatakan jadi tambah lebih tenang.

Dengan pemikiran yang tenang dinyatakan perjalanan kalian baik-baik saja sebab dengan tidak sadar kalian dapat konsentrasi pada perjalanan tersebut tanpa beban pemikiran.

Bukanlah menakuti, tetapi saya sendiri seringkali dengarkan narasi dimana mereka yang memaksakan pergi tanpa ada restu orangtua, ujungnya ialah nahas.

sumber gambar : 4-jie.blogspot.com

Baik nahas yang kecil atau yang sampai merenggut nyawa. Restu ini butuh didapat bukan hanya saat mendaki saja, tetapi di tiap perjalanan berlibur yang kita kerjakan.

Sering kita memercayakan orang lain untuk mengendalikan persiapan barang bawaan kita. Ini tidak salah sepenuhnya. Kita masih bisa minta pertolongan orang lain.

Tapi menurutku pribadi lebih bagus cuma hanya menolong mengendalikan barang bawaan yang sifatnya umum saja. Sedang untuk hal yang lebih mendalam, harus ada usaha dari diri sendiri yang mengendalikan.

Kita sendiri harus sadar jika kita memiliki keperluan yang tidak orang lain tahu. Misalnya ialah obat-obatan. Jangan sangsi bawa obat berlebihan jadi aksi mencegah mandiri pada penyakit yang peluang tampil di badan kita, seperti alergi dingin, diare, dan sebagainya. Kita harus memahami jika daya badan kita dengan orang lain itu berlainan serta memerlukan perlakuan yang tidak sama juga.

Banyak pendaki di Indonesia yang masih memandang ketentuan yang berlaku itu cuma penghambat kebebasan mereka melakukan aktivitas. Ini salah besar. Malah ketentuan itu dibikin untuk jamin keselamatan beberapa pendaki. Pergi serta pulang dengan aman serta selamat. Bukan hanya itu, ketentuan itu dibikin untuk jaga kelestarian alam.

Memang ujungnya kembali pada individu beberapa pendaki. Ingin dikerjakan atau mungkin tidak, itu hak semasing individu. Tapi yang penting diingat, jika ada kekeliruan yang dikerjakan bermakna faksi yang berkuasa atau alam memiliki hak memberi hukuman. Berani melakukan perbuatan harus berani bertanggungjawab.

Informasi di sini yang saya tujuan ialah informasi di luar beberapa aturan umum yang berlaku.

Jika di rasa cukup jauh, untuk menuju lokasi Anda bisa gunakan jasa sewa bus di semarang

Misalnya ialah keadaan cuaca terbaru, lama perjalanan antar pos, keadaan mata air, serta ada banyak . Semua informasi ini dapat dengan gampang kalian peroleh dari sosial media, serta travel website. Harapannya dengan beberapa tahu diawalnya, persiapan kita bisa menjadi lebih masak.

Misalnya saat kita tahu gunung yang akan kita daki sedang diguyur hujan. Dari info ini, kita harus lakukan persiapan lebih yakni membungkus semua barang dengan plastik supaya tidak basah. Khususnya baju harus dijaga jangan sampai basah.

Mendaki itu bukan masalah beradu siapa yang kuat. Malah asiknya mendaki dapat diperoleh saat barisan kita solid. Bukan hanya solid saat berjalan, tetapi solid saat berkemah juga. Harus solid dengan utuh dari pertama pergi sampai pulang ke rumah semasing. Jika telah solid, karena itu semua kekurangan semasing individu bisa terbantu ditutupi oleh kelebihan anggota barisan lainnya. Dengan ini, angka risiko berlangsung hal yang tidak diharapkan dapat didesak sekecil kemungkinan.

Saya memberi panduan terkahir ini tentu saja tanpa ada kurangi rasa hormat pada agama yang kalian peluk semasing. Tidak dapat disangkal, kita hidup di Indonesia dengan rata-rata masyarakat yang masih mempunyai kepercayaan jika gunung itu tempat beberapa dewa hingga disakralkan. Jadi, jika kita mendaki ke gunung itu sama juga dengan bertamu ke rumah orang. Lebih bagus kita tetap jaga tingkah laku serta tata krama sebaik-baiknya.

Demikian 5 panduan dari saya. Mudah-mudahan panduan ini dapat berguna serta membuat perjalanan kalian mempunyai banyak narasi. Sampai bertemu di artikel yang lain.

Salam Gunung itu Guru!

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*